Dean
bangkit dari duduknya sambil terus melihat ke arah jam tangan yang melingkar manis
di tangan kirinya. Sudah tiga puluh menit dia melakukan hal yang sama namun
batang hidung orang yang dinantikannya tak kunjung tampak. Dean mendengus kesal
lalu membuka flip ponselnya dan mengirimkan pesan pada orang itu.
Kau
sedang apa? Aku bosan menunggu!
Dia
mendesah pelan lalu kembali menyandarkan tubuhnya yang lelah ke sandaran sofa.
Dia memejamkan matanya sejenak. Beberapa memori indah diputar seperti film
dalam benaknya. Sebuah senyuman manis terukir di wajahnya membuat wajahnya itu
terlihat semakin tampan.
“Apakah
kau sudah lama menunggu?” tanya seseorang takut-takut sambil menepuk bahu Dean.
Dean membuka kedua matanya sambil tersenyum tipis. Dia tahu benar bahwa orang
yang ditunggunya sudah datang.
“Baru
tiga puluh menit dan kurasa bukan masalah jika itu kau,” jawab Dean sambil tersenyum
ramah. Shu, wanita yang baru saja datang itu tampak sedikit terkejut dengan
sikap ramah Dean. Ini bukan pertama kalinya Shu terlambat dalam janji mereka
dan biasanya Dean tak akan seramah ini.
“Mengapa
wajahmu begitu cerah hari ini? Bukankah aku terlambat?” tanya Shu penasaran
sambil mengenyakkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Dean.
“Kau
ingin tahu?” tanya Dean sambil memajukan sedikit tubuhnya. Shu mengangguk penuh
semangat sambil ikut memajukan tubuhnya.
“Jadi?”
tanya Shu sambil menaikkan sebelah alisnya. Wajahnya yang tergolong imut sedikit
membuat hati Dean merasakan getaran yang memabukkan.
“Karena
ada kau disini. Aku menunggumu karena memang aku menginginkanmu,” jelas Dean
yang membuat Shu sangat terkejut. Shu menjauhkan tubuhnya dari meja dan
mengusap dadanya pelan. Dia tak habis pikir. Apa yang membuat Dean berpikiran
seperti itu?
“Kau
baik-baik saja kan Shu?” tanya Dean lembut.
“Tentu
saja aku baik. Kau yang tidak baik,” seru Shu kesal.
“Kau
marah?” tanya Dean pelan dengan suara sedikit tercekat.
“Bagaimana
mungkin aku memarahi orang yang memiliki perasaan yang sama denganku?” ujar Shu
sambil tersenyum manis.(Dyah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar