Kamis, 20 September 2012

Waiting

Dean bangkit dari duduknya sambil terus melihat ke arah jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya. Sudah tiga puluh menit dia melakukan hal yang sama namun batang hidung orang yang dinantikannya tak kunjung tampak. Dean mendengus kesal lalu membuka flip ponselnya dan mengirimkan pesan pada orang itu.

Kau sedang apa? Aku bosan menunggu!

Dia mendesah pelan lalu kembali menyandarkan tubuhnya yang lelah ke sandaran sofa. Dia memejamkan matanya sejenak. Beberapa memori indah diputar seperti film dalam benaknya. Sebuah senyuman manis terukir di wajahnya membuat wajahnya itu terlihat semakin tampan.
“Apakah kau sudah lama menunggu?” tanya seseorang takut-takut sambil menepuk bahu Dean. Dean membuka kedua matanya sambil tersenyum tipis. Dia tahu benar bahwa orang yang ditunggunya sudah datang.
“Baru tiga puluh menit dan kurasa bukan masalah jika itu kau,” jawab Dean sambil tersenyum ramah. Shu, wanita yang baru saja datang itu tampak sedikit terkejut dengan sikap ramah Dean. Ini bukan pertama kalinya Shu terlambat dalam janji mereka dan biasanya Dean tak akan seramah ini.
“Mengapa wajahmu begitu cerah hari ini? Bukankah aku terlambat?” tanya Shu penasaran sambil mengenyakkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Dean.
“Kau ingin tahu?” tanya Dean sambil memajukan sedikit tubuhnya. Shu mengangguk penuh semangat sambil ikut memajukan tubuhnya.
“Jadi?” tanya Shu sambil menaikkan sebelah alisnya. Wajahnya yang tergolong imut sedikit membuat hati Dean merasakan getaran yang memabukkan.
“Karena ada kau disini. Aku menunggumu karena memang aku menginginkanmu,” jelas Dean yang membuat Shu sangat terkejut. Shu menjauhkan tubuhnya dari meja dan mengusap dadanya pelan. Dia tak habis pikir. Apa yang membuat Dean berpikiran seperti itu?
“Kau baik-baik saja kan Shu?” tanya Dean lembut.
“Tentu saja aku baik. Kau yang tidak baik,” seru Shu kesal.
“Kau marah?” tanya Dean pelan dengan suara sedikit tercekat.
“Bagaimana mungkin aku memarahi orang yang memiliki perasaan yang sama denganku?” ujar Shu sambil tersenyum manis.(Dyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar